"Presean Ritual pemanggil hujan "
Presean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan ( penjalin ) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras .
Dalam presean , seperti foto di atas pepadu tidak menggunakan alat pelindung apa pun , kecuali prisai yang merupakan bagian dari senjata . para pepadu tersebut hanya menggunakan celana , kain penutup celana dan kain yang diikat di kepala yang biasa nya masyarakat lombok menyebut nya (capuq). pada bagian badan , mereka tidak menggunakan baju apapun. dalam pertunjukannya, presean diiringi oleh musik pengiring sebagai penyemangat pepadu saat bertarung . alat musik yang biasanya digunakan adalah gong, sepasang gendang , dan suling.
budaya dan tradisi presean sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu latar belakang dari presean ini adalah merupakan pelampiasan rasa emosional raja-raja lombok yang menang saat melawan musuh-musuhnya , kemudian presean pada saat itu biasanya dilakukan oleh masyarakat lombok ( sasaq ) untuk mengadakan ritual untuk memanggil hujan sehingga tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat berkumpul untuk melakukan ritual ini tetapi ritual ini hanya diselenggarakan pada musim kemarau yang bertujuan untuk meminta hujan pada sang pencipta . pada perkembangan kini , presean ini masih terus berkembang dan dilestarikan di lombok , NTB . selain diselenggarakan sebagai sebagian dari tradisi , presean ini juga sering untuk menyambut tamu terhormat maupun wisatawan yang berkunjung ke pulau lombok ( sasaq )
foto diambil di desa sade , rambitan, pujut , lombok tengah, NTB , pada tanggal 11/11/2017 waktu 11.50 WITA.
Mari kita bersama sama menjadi revolusioner bangsa yang tetap menghormati dan menjaga tradisi. Good information
BalasHapus😎😎😎😎
Terima kasih infonya, ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapussemangat!
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusTerus lestarikan budaya yah.
BalasHapusWah informasi yang keren min.
BalasHapusAa... jadi ternyata tradisi itu untuk memanggil hujan??
BalasHapusIya ulfy jadi pada zaman dahulu peresean di gunakan untuk ritual pemanggil hujan
HapusWah luat biasa.
BalasHapusKeren fotonya, postingannya juga bagus. Terimakasi
BalasHapusTerimakasih atas postingannya 😊
BalasHapusInformasi yang sangat bermanfaat
BalasHapusbangga jadi orang Lombok
BalasHapus❤ kaya akan budaya: )
bangga jadi orang Lombok ❤ kaya akan budayanya :)
BalasHapusapakah filosofi ini memliki filosofi?
BalasHapusYa sangat memiliki filosofi
HapusTerima kasih infonya
BalasHapusPresean"
BalasHapusSuatu senja
Di pinggir pantai kuta
Deburan ombak, seakan lenyap
Ditelan sorak-sorai massa
Di tengah penonton
Aku mulai melepaskan baju, dan bertelanjang dada
Kukaitkan sapuq di kepalaku
Penyalin dan ende pun telah bersiap di tanganku
Aku mulai menari
Diiringi suara dari gamelan
Kuayunkan penyalinku
Dan menepis pukulan dari musuhku
Suasana kian memanas
Memar mulai menggerogoti tubuhku
Begitu pula tubuh lawanku
Namun aku terus menari
Dan mengayunkan penyalinku
Tak peduli keringat bercampur darah yang mengguyur pelipis ototku
Aku memang kalah
Tapi
Tak ada setitikpun bercak dendam menodai jiwaku
Karena aku tahu diakhir presean ini, ada senyuman, kegembiraan dan pelukan
Tak ada Dendam antara aku dan Pepadu yang lain
Memang,
Ini hanyalah sebuah permainan
Tapi aku telah membuktikan
BAHWA AKU LAKI-LAKI SASAK YANG TANGGUH...
Oleh Risma Devi
Sekalian kak posting puisinya Devi 6th lalu😂😂😂
Wah bagus banget deq puisi nya ,,nyambung sama postingan kk😊
HapusYa dong😂 ini ug Devi cari2 di postingan kakak2 yg lain, tp ketemu sama postingan kakak😂
HapusJangan ngaku pemuda sasak yang tangguh kalo blm nyobain permainan ini😂😂
BalasHapusWow
BalasHapusMau tanya dong kak . sebenarnya seperti apa masyarakat lombok ini mempercayai bahwa presean ini sebagau ritual pemanggil hujan ???
BalasHapusoh iya thanks jg buat infonya kak
Kerenn
BalasHapusapakah peresean ini selalu diadakan setiap tahun?
BalasHapusIya tapi itu dulu sekarang peresean lebih digunakan kepada menyambut tamu dan memperkenalkan presean itu sendiri
Hapuskeren fotonya, deskripsinya juga menarik
BalasHapus