"MBAIT"
“MBAIT” adalah salah satu ritual kebudayaan sasak. Mbait merupakan bagian dari tradisi pernikahan adat sasak . Mencuri untuk menikahi lebih kesatria dari pada meminta kepada orang tuanya. Namun ada aturan dalam mencuri gadis di suku asli di pulau lombok. Dan gadis itu tidak boleh di bawa lansung ke rumah lelaki, harus dititipkan ke krabat laki- laki. Setelah sehari menginap pihak krabat laki- laki mengirim utusan ke pihak keluarga perempuan sebagai pemberitahuan bahwa anak gadisnya dicuri dan kini berada di suatu tempat tetapi tempat membunyikan gadis itu dirahasiakan, tidak boleh ketauan keluarga perempuan . Setelah itu baru pernikahan dilangsungkan dengan cara islam lewat ijab qabul. Selama proses pelarian atau penculikan, laki-laki dan perempuan tidak boleh melakukan perbuatanTercela. Mereka baru diperkenankan berhubungan badan setelah prosesi ijab qabul selsai . Prosesi adat pernikahan suku sasak di diakhiri dengan proses “nyongkolan” , yakni kedua mempelai diiring menuju ke rumah mempelai perempuan.
Kontroversi ritual tersebut :
Masyarakat pada umumnya menganggap bahwa “mbait” itu artinya dalam bahaasa Indonesia adalah mencuri. Pada umumnya masyarakat sasak sendiri tidak menggunakan kata “mbait”, lebih banyak mereka mengatakan paling (mencuri). Kata mbait itu adalah maling, jadi pemikiran masyarakat luar sana mbait itu adalah mencuri. Biasanya tradisi mbait dikatakan buruk oleh masyarakat dan dianggap tidak sopan karena tidak langsung meminta izin kepada orangtua calon pengantin perempuan. Pemikiran masyarakat mengenai tradisi “mbait” sama saja dengan merendahkan harga diri perempuan karena langsung diambil untuk dinikahkan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada orangtua si perempuan. “Mbait” juga dikatakan buruk karena calon pengantin perempuan dianggap belum setuju untuk menikah, tetapi harus dinikahkan karena sudah dicuri (diambil untuk dinikahkan).
Budaya kawin lari atau “mbait” seringkali disalahfahami secara negatif , yaitu perkawinan
Yang dipaksakan dan dinilai melanggar secara etika , nilai , norma agama dan hukum yang berlaku di tengah masyarakat.
Meluruskan pandangan ritual tersebut :
Masyarakat yang beranggapan seperti itu tidak memahami dan mendapatkan informasi secara utuh tentang tujuan dan makna filosofi yang terkandung di balik budaya kawin lari atau “mbait” . makna budaya kawin lari sesungguhnya , kawin lari yang yang dilakukan seseorang pemuda dengan cara melarikan gadiis atas dasar suka sama suka dan itu sah selama tidak ada paksaan . Karena memang yang menikah , anak gadis dengan laki – laki pilihannya , berbeda misal dengan menikah denngan cara melamar atau meminta, bisa saja dijodohkan atau keinginan orang tua ata pertimbangan subyektifnya. Kawin lari atau “mbait” merupakan warisan nenek moyang dan menurut tradisi sukus sasak , menculik atau melarikan seseorang perempuan dianggap lebih terhormat dari pada melamar langsung kepada orang tuanya.
Wahh seru nih...😂
BalasHapusSupaya perempuan lebih berhati - hati klok keluar malam.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLuae binasa akhi, kembangkan trus, menambah wawasan sekali
BalasHapusLuar biasa budaya suku sasak memang,
BalasHapusBagus ni jadi pengetahuan tambahan ternyata begini yg sebenarnya ... makasih ya
BalasHapusterus kembangkan kebudayaan kita
BalasHapusWahh postingannya bagus sekali. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang tradisi sasak yang jarang diketahui banyak orang. Terimakasih sudah mempublikasi😊
BalasHapusInformasinya sangat bermanfaat..
BalasHapusTerimakasih
Postingannya sangat bermanfaat sayamenjadi lebih paham tentang tradisi mbait suku sasak terimakasih.
BalasHapus👍👍😁
BalasHapusWah postingan yang bermanfaat. Terus kembangkan kebudayaan sasak kita melalui postingan bermanfaat seperti ini agar masyarakat diluar lombok dapat mengetahui kalau kebudayaan kita itu banyak. ��
BalasHapus👍👍👍👍
BalasHapusBukankah dengan meminta kepada orang tuanya itu lebih baik dari pada harus mencuri?
BalasHapusBukankah dengan meminta kepada orang tuanya itu lebih baik dari pada harus mencuri?
BalasHapusItulah tradisi kami di sasak kalok mbait itu lebih kesatria dari pada meminta langsung kepada orang tua nya dan itu sudah kami tetap mempertahankan tradisi tersebut
HapusBukankah prosesi Mbait dilakukan ketika orang tua perempuan tidak setuju dengan pernikahan ketika si perempuan dilamar?
BalasHapusMenurut saya tidak seperti itu
HapusPerempuan akan langsung diambil agar
Tidak ada pertentangan dalam hubungan mereka sehingga dilakukan lah "mbait" tersebut sehingga orang tua tersebut mengalah karna sudah terlanjur di bait
keren, menambah wawasan..
BalasHapuswaah ini kebudayaan yg unik sekali yaaaah.
BalasHapusberarti kalau saudara roy mau nikah besok yg ceweknya hrs diculik dulu dong.
Di tunggu postingan selanjutnya.
BalasHapusCerita yang menarik, Unik dan Inspiratif.
BalasHapusMenarik, mari menggali lebih dalam lagi
BalasHapusTernyata seperti ini adat pernikahan sasak? Terimakasih telah menambah wawasan kami 😊
BalasHapusPengetahuan tentang budaya semakin bertambah.
BalasHapusKembangkan!
Indonesia memang kaya akan tradisi, dan ini adalah salah satu tradisi yang menarik, dan sangat baik untuk dipertahankan.
BalasHapusTradisi yang sangat unik dari suku sasak
BalasHapusTradisi yang sangat unik dari suku sasak
BalasHapusWow wow wow and wow
BalasHapussangat menarik dan bermanfaat,,tetapi apakah filosofi dari tradisi ini?
BalasHapusPerlu di tekankan bahwa prosesi mbait tidak sama dengan mencuri. Terjemahan yg salah akan membuat makna yg berbeda
BalasHapusTerima kasih.
Terima kasih telah menambahkan😊
HapusKalo kata bapak sosiologi, tradisi ini tidak boleh dilanjutkan karena menentang hukum😂
BalasHapusLuar biasa antum
BalasHapusritual yang bagus menurut saya, karena dengan adanya membait ini, meminimalisir terjadinya kawin paksa
BalasHapusLuarbiasa, terimakasih, sangat bermanfaat infonya..
BalasHapus